Potty Training Stage 1: BERHASIIL!!!

SPOILER ALERT: This post contains toilet words, so if you are easily grossed out, better leave it.

Akhir-akhir ini, ada 2 hal yang lumayan bikin saya deg-deg an, potty training dan menyapih! Tapi Alhamdulillah, potty training nya berhasil 50%. Wooohooo! Jadi, saya sendiri nih yang membagi potty training stage nya Amora jadi dua, yang pertama training buang air besar, yang kedua buang air kecil.

Jadi ceritanya saya nggak berencana mulai potty training sama sekali. Yang ada, Amora sudah bisa bilang kalau mau pup dia teriak teriak “puk..puk!” tapi itu juga berlaku kalau diapers nya penuh atau cuma pengen kentut doang sih. Dia tetap bilang “Puk!”

Berhubung dia sudah mulai bisa kenal tanda mau buang air, saya nyoba keluarin toilet seat untuk bayi yang dibeli papanya Amora waktu Amora masih umur 1 mingguan (he was over excited back then, I guess). Lalu waktu Amora mandi, saya coba kasih tahu kalau pup itu di sini yaa.. ini namanya wc.. Saya dudukin dia di toilet seatnya yang kebetulan warnanya kesukaan Amora: PINK!

Kegiatan mengenalkan Amora ke toilet seat nya cuma sekitar 2 hari an kok. Selanjutnya, waktu dia bilang mau pup, langsung saya bawa lari ke toilet, dan here she went, dia berhasil pup di toilet dengan suksesnya! Yaaaaay! I’m a proud Mama!

Butuh waktu sekitar 2 kali pup beneran di toilet, dan masih setiap mandi dia saya dudukin di toilet seat nya dulu dan saya suruh pup atau pipis. Kemudian sekarang, dia kalau kebelet pup langsung bilang “Mama, puk… moya puk.. puk wece.. mau”.

Beberapa kali kejadiannya dia cuma kentut doang ternyata, atau cuma pengen main air, atau kebelet tapi nggak bisa keluar. Jadi akhirnya habis minta duduk di toilet seat, sebentar doang minta turun lagi. Terus mainan air gayung :,D. Terutama kalau dia mau diajak tidur. Pasti ada aja ngajak “mama, puk wece,, mauuu”. Akhirnya hari ini tadi agak saya abaikan. Waktu mau diajak tidur siang, dia heboh minta puk wece. Saya pikir hoax nih kayak tadi malam. Eh setelah beberapa kali ngotot minta puk wece nggak direken, bruuuut, dia pup beneran di diaper 😀 Duh, maaf ya nak, mama tadi nggak percaya. Alhasil langsung dilarikan ke toilet supaya dia bisa belajar pup dengan baik dan benar.

Lesson learned: trust your child!

 

Ah… tinggal potty training pipisnya nih.. Amora masih belum terlalu paham yang bagian pipis. Jadi, let’s don’t rush it. Pelan-pelan saJa 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s