Fly High, Hijabead!

2014-10-06 12.17.36

I let go one of my babies! Hijabead sudah diakuisisi 😀 saya bukan lagi bagian dari manajemen operasional Hijabead. Status saya adalah Founder saja di Hijabead.

Subhanallah, hanya sekitar 2 minggu dari penawaran publik pertama Hijabead di sosial media, Hijabead sudah berpindah manajemen dan tempat. Insya Allah lebih baik. Hijabead pindah ke Jakarta, yang adalah Indonesian Fashion Capital. Banyak acara yang happening banget di sana. So it’s better for her. Akuisitor (does this word even exist?) Hijabead sangatlah rapi menjalankan Hijabead, telaten, dan passionate! Another better point for Hijabead. Sangat bersyukur untuk jalan yang diberikan Tuhan untuk saya dan Hijabead.

Jadi, kalau saya sebegitu sayang sama Hijabead, kenapa saya harus lepas? Kenapa tidak saya jalankan sendiri saja? Toh selama ini sudah ada karyawan?

Jadi begini, saya kemarin harus me-reprioritas banyak hal dalam hidup saya. Kebetulan suami saya pun saat ini berbisnis dari rumah, sehingga kebetulan rumah saya jadi kantor bagi beberapa bisnis sekaligus. Lalu, kebetulan anak saya tipe yang attached sama saya. Kalau pun bisa ditinggal sebentar untuk ngerjakan ini itu, paling tidak satu sampai satu setengah jam dia harus sama saya lagi: nenen. Kebetulan berikutnya adalah suami saya dan saya memutuskan untuk memperluas lingkup bisnis tourism & transportation kami dengan menambah divisi ticketing. Dan beliau maunya saya lah yang bertanggung jawab menghandle segala manajemen dan operasionalnya. Lalu kebetulan berikutnya lagi adalah, Kozzy Closet dapat sampling dari Australia. Tada……

Alhasil saya merasa eman sama Hijabead yang baru mulai tapi potensinya besar sekali. Saya kemarin berpikir Hijabead larinya tidak akan sekencang yang saya kehendaki kalau saya bertahan menjalankannya dengan pola seperti kemarin. Di umur emas Hijabead, ia masih butuh perhatian penuh dan turun tangan langsung dari yang megang, dalam hal ini saya. Makanya saya memutuskan it’s better to hand it over to someone who’s willing to pour their soul into it. Dan Hijabead menemukan orang yang tepat.

Mungkin tulisan ini bakal diketawain sama teman-teman pebisnis yang sudah jauh lebih expert dalam manajemen SDM dan waktu 😀 Sebenernya saya juga ngetawain diri saya sendiri sih,, “Yaelah Prim.. gitu doang kok gabisa ngatur..”

 

Rasanya gimana? Rasanya nyesek saudara-saudara. Ya namanya bangun Hijabead ini rasanya dari pagi sampai pagi ya.. mikirnya nggak berhenti-berhenti. Harapan yang digantung sudah sangat tinggi.

Pertama sih waktu buat Offering Proposal sama nyiapkan sistem rasanya “..Wow, ternyata saya kece juga ya kemarin bisa bikin sistem dan bisnis sebegini..” . Lalu waktu ngasih semua password ke akuisitor rasanya.. “……hhhh”. Lalu waktu packing barang-barang untuk dikirim ke Jakarta rasanya kayak ada kerikil di hati. Lalu waktu barang diambil cargo rasanya ada yang gamang gitu. Tapi setelah akuisitor kirim cek stok versi beliau dan lihat websitenya sudah dirapihkan plus chat dengan beliau tentang operasional Hijabead, alhamdulillaah.. rasanya saya telah menyerahkan Hijabead ke orang yang sangat tepat.

Tapi overall saya bangga sama diri saya sendiri. Daripada nggak ada yang muji.

Berhasil menjual Hijabead ke orang yang tepat menaikkan self esteem saya dan membuat saya merasa jauh lebih baik. I still got my “it factor” walaupun kondisi saya 180 derajat berbeda dengan saya yang dulu. So let’s see this as my other starting point.

Bismillah…

 

PS: please forgive my laziness cropping the picture…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s